Mengenai Saya

yogyakarta, yogyakarta, Indonesia

Senin, 19 September 2016

Aku Kamu Dan Cerita II

   Hari semakin berlalu semester satu telah usai, tidak diduga handphoneku berbunyi saat tiba dirumah pada siang itu. Kuharap itu pesan dari wanita idaman , setelah aku buka ternyata seorang perempuan dan berkata " ini anak itukan? ada yang nanya loh" , tanya ku dalam hati siapa yang bertanya mengenaiku heran dan aku membalas pesan tersebut dengan penasaran. wanita tersebut membalas " itu yang putih-putih , Melati temen aku" ternyata tidak disangka , perempuan bak bidadari tersebut yaitu bernama Melati menanyaiku , hingga hati ku merasa senang dan senyum sendiri
   Setelah mengetahui namanya aku bercerita kepada teman temanku dalam soal taruhan tersebut aku yang memenangkannya. Sesaat pulang aku sengaja melewati kelas wanita idaman tersebut saat aku melewati kelas tersebut , wanita itu pun keluar dan senyum kepadaku , gila kegirangan perasaan tidak karuan serasa terbang , wanita dambaan setiap laki laki tersenyum kepadaku dan aku membalas senyumnya dengan perasaan malu.
   Setelah sesampainya dirumah pada sore itu, wanita itu pun menghubungi ku , dan aku  sangat senang dengan pesan yang dikirim kepadaku hari itu, bermula dari situlah aku berkomunikasi dengan wanita idaman itu.
  Semester dua telah berlalu , hari ke hari semakin dekat dengan wanita itu , saat mengetahui aku dan wanita itu satu kelas dengan wanita itu aku merasa senang sendiri. indahnya dunia selalu percaya tuhan selalu mengabulkan doa hamba-hambanya dan tuhan tak pernah tidur selalu mendengarkan doa yang dipanjatkan oleh hambanya.
   Satu kelas dengan wanita itu aku merasa canggung dan tak tau harus berbicara apa dan melakukan apa , merasa senang dengan wanita itu walaupun saat berbicara langsung hanya sepatah dua patah kata tidak mengapa. dari teman menjadi sahabat dan semakin dekat. Hampir terlalu dekat dan aku ingin mengungkapkan perasaan aku kepadanya, namun sayang aku tak berani mengungkapkan perasaanku dan hanya memendam perasaanku sendiri.
   Tepatnya pada bulan Agutus tanggal kelahirannya , aku menyiapkan sebuah kado yang amat romantis untuknya , menyiapkan dari jauh hari sebelum dia bertambah umurnya, aku sangat ingin memberikan kado tersbut kepadanya namun. Semua itu hanya impian belakang kado ang telah kusiapkan yang telah dibungkus rapih itu tidak tersampaikan kepadanya, namun tak mengapa dan saya percaya bahwa tuhan akan merancang rencana yang lebih indah.
   Setalah dua bulan kemudian, aku dan wanita itu sangat jarang berkomunikasi karena kesibukan masing masing, Saat wanita itu memiliki pria idaman lain saya hanya bisa terdiam mungkin itu pilihan terbaik untuknya dan terbaik juga untukku. Tetapi perasaan yang aku miliki untuk dia tak berubah, melihat wanita itu berdua dengan pria idamannya hatiku selalu senang dan bercampur dengan kesal kepada pria itu.
   Andaikan aku bisa seberuntung itu seperti pria yang menggenggam tangan wanita idaman disekolahku itu. Bercermin kepada diri sendiri dan seolah olah bayangan itu berkata " yah kamu tidak pantas mendapatkan wanita seperti itu , apa yang kamu miliki ? hanya vespa tua yang berkarat kekayaan kamu pun tak cukup untuk membahagiakan dia " mula dari situlah aku tak memikirkan wanita tersebut
   Semester dua dimulai , aku dan sejuta mimpiku ini hanya tinggal andai-andai. Ibuku sakit dan aku harus menjaganya karena dari jutaan impian yang aku miliki salah satunya dan awal pertama aku impikan yaitu memberangkat orang tuaku menjadi "HAJI". Setisp hari aku hanya tidur kurang lebih 3 sampai 4 jam untuk menjaga Ibuku yang lemah takberdaya diatas kasur yang ditutupi seprai. Tidak kuat aku melihat orang tua ku seperti itu, setiap malam setiap saat aku selalu mendoakan beliau agar diberi keringanan atas penyakit yang dideritanya.
   Tetapi tuhan berkata lain , Tuhan mengambil Ibuku ku ke pangkuan ilahi. Mengeluarkan air mata namun aku terus membendungnya tidak mau mengeluarkan air mata tersebut. Ibu maafkan aku belum bisa membahagiakan selama Ibu masih hidup. Ibu aku ingin sekali melihat Ibu untuk kedua kalinya. Ibu Ibu Ibu bagaikan malaikat tak bersayap yang diturunkan oleh tuhan. Ibu aku sayang Ibu. Ibu jangan tinggalkan aku , aku masih butuh kasih sayang seorang ibu untuk mendidiku.
   Tuhan kenapa nasibku tidak seberuntung nasib orang lain . Saat aku menyendiri kenapa tuhan begitu terhadapku ? kenapa tuhan selalu aku yang bernasib seperti ini ? apa salahku ? aku terus bertanya seperi itu. saat menyaksikan ibuk ku diliang lahan aku tak kuasa membendung air mta yang selama ini aku tahan , Ibu apakah kau benar ingin meninggalkanku , apakah tuhan mempunyai renacana yang lebih indah ? aku aku aku... ingin sekali ibuku hadir bersamaku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar